Image 01 Image 02

Tawakal: Resiko, Metode, Ancaman dan Biaya

Posted on 27th April 2009 by Ilham Rizqi Sasmita
0

More people are killed every year by pigs than by sharks, which shows you how good we are at evaluating risk.
Bruce Schneier, American Cryptographer & computer security specialist

Ketika kita melakukan tindakan atau mengambil keputusan, maka kita dengan sendirinya telah mengambil resiko selain manfaat yang akan kita inginkan. Ketika kita memilih platform, apakah Windows atau Linux maka kita juga telah mengambil resiko yang berkaitan dengan platform tersebut. Ketika kita memilih produk software pulsa, maka kita juga telah mengambil resiko yang berkaitan dengan produk tersebut. There is no free lunch.

Nah, tulisan ini akan membahas secara singkat tentang cara-cara menghadapi resiko yang berkaitan dengan sistem Voucha3 kita dan strategi apa yang paling baik untuk kita lakukan.

Klasifikasi Resiko

  1. Resiko Murni (Pure Risks) adalah resiko yang hanya mempunyai satu akibat yaitu kerugian sehingga tidak ada orang yang menarik keuntungan dari resiko ini misalnya: kebakaran, disk failure, power failure, database corrupt (rusak), data loss/hilang, dll.
  2. Resiko Fundamental (Fundamental Risks) adalah resiko yang akibatnya luas, tidak hanya menimpa satu orang saja. Tergantung sifat masyarakat di mana kita hidup dan di luar kendali manusia. Misalnya: bencana alam, kerusuhan, wabah, perang, inflasi, dll.
  3. Resiko Spekulatif (Speculative Risks) adalah resiko yang memberikan kemungkinan untung dan rugi, atau kemungkinan tidak untung dan tidak rugi. Ini adalah resiko yang timbul akibat perdagangan atau perniagaan. Misalnya resiko dalam kegiatan pembelian dan penjualan, pertukaran barang, pertukaran mata uang, dll.
  4. Resiko Khusus (Particular Risks) adalah resiko yang disebabkan oleh peristiwa yang individual dan akibatnya sangat terbatas. Misalnya: pencurian.

Dalam tulisan ini, saya akan memfokuskan pada resiko murni dan resiko khusus. Sebab kedua resiko itu sangat dekat dan masih dalam kontrol kita. Resiko fundamental ada di luar kontrol kita, dan resiko spekulatif sifatnya situasional.

Metode Menghadapi Resiko

Secara umum ada beberapa kategori cara orang menghadapi resiko

  1. Menghilangkan resiko (risk elimination), yaitu cara menghilangkan penyebab terjadinya resiko.
  2. Meminimalisasi resiko (risk minimisation), yaitu cara memperkecil peluang terjadinya resiko.
  3. Memindahkan resiko (risk transfer), yaitu cara memindahkan penyebab resiko kepada pihak lain atau menukarnya.
  4. Mengabaikan resiko (risk ignorance), diam saja tidak melakukan apa-apa.

Resiko murni seperti kerusakan hardware, kerusakan disk, kerusakan data, kehilangan data bisa diminimalkan. Misalnya dengan melakukan kegiatan antisipasi seperti menyediakan backup hardisk, backup power, replikasi data, dan lain-lain. Begitu juga dengan resiko khusus bisa diminimalkan misalnya dengan melakukan pengamanan, menjaga keamanan data dengan security update, dll.

Ancaman (Threat)

Ancaman adalah sesuatu yang menjadi penyebab resiko atau penyebab kerugian. Dalam kasus kita, threat adalah penyebab kerusakan data, kebocoran data, dll. Misalnya virus, trojan, spyware, cracker, dll.

Ada suatu yang unik mengenai sikap menghadapi resiko pada user di Indonesia. Pada umumnya, orang sudah mengetahui akan adanya ancaman virus, trojan, spyware, cracker, dll. Untuk mengantisipasinya, orang memasang antivirus, firewall, dan lain-lain. Tetapi perilakunya tidak diubah. Setelah antivirus dipasang, tidak pernah diupdate. Selain itu tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang beresiko seperti mendownload crack/keygen, mendownload freeware-freeware yang ternyata telah disusupi trojan, mengunjungi situs-situs porno, sembarangan colok USB flasdisk di komputer umum seperti warnet, dll.

Akhirnya, semua cara mengantisipasi resiko itu menjadi sia-sia saja. Percuma pasang antivirus kalau tetap menggunakan crack/keygen yang mengandung trojan. Percuma saja punya firewall kalau masih masih suka browsing ke situs-situs porno yang tidak aman. Oleh sebab itu, kita juga perlu mengubah perilaku sesuai strategi kita dalam menghadapi resiko. Jangan sampai bertentangan.

Tapi ada juga yang lucu, misalnya resiko kerusakan data akibat disk failure yang biasanya disebabkan oleh power failure. Sudah tahu kalau power failure itu resikonya data bisa hilang, tapi tidak melakukan apa-apa atau mengabaikan resiko. Sudah tahu hardisk bisa jebol tapi tidak menyediakan backup. Sudah tahu kalau pakai software hasil crack itu datanya tidak aman, tapi tetap digunakan. Ini kan resiko murni, jadi tidak bisa dihilangkan. Hanya bisa dikurangi. Supaya hardisk aman dari listrik yang mati mendadak, kita harus sediakan backup UPS atau genset. Supaya data aman dari kerusakan hardisk, kita harus sediakan RAID atau hardisk cadangan. Juga menyediakan replikasi.

Di kegiatan sehari-hari pun kita bisa melihat kejadian yang sama. Kendaraan kita asuransikan, supaya kerugian akibat resiko kerusakan atau kehilangan bisa ditekan. Tapi orang malah memakai kendaraannya dengan jorok dan tidak menggunakan pengaman yang standard. Bukan mengurangi resiko, malah menambah kemungkinan terjadinya resiko. Akhirnya sia-sia saja dan perusahaan asuransi tidak mau menanggung kerugian akibat kecerobohan seperti itu.

Biaya

Kegiatan mengurangi resiko, menghilangkan resiko dan kegiatan menghadapi resiko lainnya berkaitan dengan perilaku dan biaya. Perlu anggaran khusus, biasanya dimasukkan dalam pos anggaran pengembangan dan asuransi (khusus untuk kegiatan memindahkan resiko/risk transfer).

Ada sebuah kisah di jaman Nabi SAW yang sangat dekat dengan topik ini. Seorang sahabat menemui  Nabi Saw.  di masjid tanpa terlebih dahulu menambatkan untanya. Ketika Nabi Saw. menanyakan  hal  tersebut, dia menjawab,  Aku  telah  bertawakkal kepada Allah”.  Nabi Saw. meluruskan kekeliruannya tentang arti tawakkal dengan bersabda:“Tambatkanlah terlebih dahulu (untamu),  kemudian setelah itu bertawakkallah.” (HR. At-Tirmidzy).

Arti kalimat “Aku telah bertawakkal kepada Allah” adalah “saya abaikan saja resikonya”. Arti kalimat “Tambatkanlah terlebih dahulu (untamu)” adalah “kurangi dulu resikonya”. Baru kita asuransikan (bertawakal) kepada Allah.

Maka dari itu mari kita bertawakal dengan menyediakan backup hardisk, menyediakan backup power (UPS dan genset), menyediakan backup data offline maupun online. Dan selalu gunakan software pulsa yang bermutu dan kualitasnya terjaga.

Ehem ;)

Popularity: 7% [?]

United Coders
Komplek Dai-Chi Kav 47 Antapani - Bandung
022-7104067, 022-92888777
http://voucha.net

Voucha on Facebook

Terima kasih untuk kunjungannya di blog kami. Kami mengisi blog ini dengan materi-materi yang bermanfaat untuk bisnis pulsa pada umumnya dan pengguna software pulsa Voucha pada khususnya. Jika Anda ingin mendapatkan update terbaru via Email:, silakan subscribe melalui form berikut.

Masukkan email:

Kemudian cek email Anda dan baca petunjuk untuk melakukan aktifasi.

Total Subscriber:



Leave a reply...

Peringatan: posting iklan/promosi langsung dihapus!