Hijrah ke Bandung
Posted on 27th December 2009 by Ilham Rizqi Sasmita
Posting ini saya buat karena judulnya memang sesuai dengan momentum masuknya bulan Muharram, yaitu pergantian tahun hijriah dan maknanya memang pas. Hijrah!
Hijrah itu ya pindah, migrasi, bertransformasi, dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain dengan cara berpindah secara fisik dan juga mental. Ada dua kisah hijrah yang memberi inspirasi kepada saya yaitu hijrahnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan longmarchnya Tentara Pembebasan Rakyat China (Route Army ke-8). Sebab keduanya menciptakan efek yang luar biasa: menciptakan momentum perubahan besar-besaran, dan memulai era baru. Hal ini bisa kita pahami sebab dalam hijrah tersebut, banyak keputusan-keputusan penting yang diambil.
Saya pikir tidak perlu menerangkan secara detil mengenai kedua kisah hijrah tersebut, sebab Anda bisa dapatkan literaturnya dengan mudah di perpustakaan. Saya ingin menjelaskan mengapa kami melakukan hijrah. Secara fisik, kami hijrah pindah tempat, pindah kantor dari sebuah paviliun di daerah Bendungan Hilir – Jakarta Pusat ke sebuah rumah di Komplek Dai Chi – Antapani, Bandung. Tentu bukan perkara mudah, jadi memang ada penjelasan yang cukup baik dan masuk akal.
1. Jauh dari rumah, dekat ke customer
Lokasi di Benhil memang dekat dari rumah, dekat dari pusat perniagaan. Tapi lokasi di Bandung, lebih dekat ke customer. Karena kebanyakan customer kami dari Jawa Barat dan paling banyak ada di Bandung. Tentu Anda juga pasti tahu, Bandung adalah salah satu lokasi yang memiliki populasi server pulsa paling besar. Dengan lebih dekat ke customer, kami bisa sering ngobrol, silaturahmi, bertukar pikiran, mendengarkan masukan-masukan dengan lebih baik.
2. Membangun Kultur Kerja Yang Baru
Agar bisa berkembang, kultur harus diubah. Pada awalnya, sistem kerja yang sederhana sudah cukup untuk melayani customer yang masih sedikit. Namun, sudah tidak memadai lagi untuk melayani customer yang makin banyak dan makin beragam. Perlu sistem kerja yang lebih baik dan sistem kerja itu perlu landasan: kultur! Budaya! Pendekatan yang lama mungkin masih efektif, tapi perlu banyak perbaikan. Dimulai dari yang kecil, yaitu kebiasaan, menjadi budaya. Ini proses yang amat panjang, tidak mungkin terjadi dalam 1-2 tahun saja.
3. Lingkungan Kerja Yang Lebih Baik
Lingkungan kerja mendukung produktifitas. Apakah programmer bisa melakukan tugasnya dengan baik? Apakah bagian technical support bisa melakukan tugasnya dengan baik? Itu tergantung lingkungan kerjanya, apakah banyak gangguan atau tidak ada gangguan, apakah kordinasi berjalan dengan baik atau malah kacau. Saya sudah mendefinisikan dengan jelas kebutuhannya yaitu: lingkungan kerja yang tenang dan bisa melakukan kordinasi dengan efektif.
4. Infrastruktur Yang Lebih Baik
Semua kebutuhan di atas tentu saja tidak mungkin terwujud tanpa infrastruktur yang memadai. Kantor di Benhil itu cukup nyaman. Lokasinya tidak berada di pinggir jalan besar, jadi tidak bising, pikiran pun tenang. Tempatnya teduh, dan terjaga keamanannya. Enak buat kerja. Namun kami perlu tempat kerja yang lebih baik infrastrukturnya. Sebab di Benhil tempatnya kecil, tidak cukup lagi untuk tambah orang baru.
Tata ruangan yang efektif, instalasi jaringan listrik, instalasi jaringan internet, pemisahan ruangan programmer dan pelayanan, daya dukung lingkungan terutama air bersih, penyimpanan arsip dan dokumen, butuh sarana dan prasarana fisik yang memadai.
Sekitar bulan Desember 2008, saya mulai mencari informasi mengenai lokasi yang cocok untuk kantor baru. Tanya sana-sini, cari di koran, cari di internet, belum ada yang cocok. Tapi sepertinya, karena niat yang belum bulat sehingga cari infonya juga asal-asalan.
Pada bulan Januari 2009 saya memutuskan untuk membawa motor ke Bandung dan mencari tempat di Bandung sebagai base sementara. Saya putuskan untuk menyewa sebuah paviliun seharga Rp 1,750,000/bulan di Jl. Cikutra Barat No 11, dekat taman makam pahlawan Cikutra. Kegiatan kerja saya pindahkan ke Bandung, sambil mencari informasi lebih giat lagi. Tempatnya enak sih, fasilitasnya kayak hotel lengkap dengan kamar mandi air panas. Tapi karena lokasinya pinggir jalan, suasananya bising sekali sejak jam 6 pagi sampai jam 10 malam. Suara knalpot motor yang lewat bisa mengalahkan volume suara TV. Suara klakson dari angkot cukup nyaring untuk membangunkan orang tidur. Bukan tempat yang cocok untuk kerja.
Saya dapat informasi dari Pak Zaki (Wahana E-Pulsa) ada rumah disewakan di Komplek Dai Chi, Antapani. Komplek apah? Saya kok baru dengar. Itu tuh, depan pertigaan Jalan Purwakarta ada jalan masuk, nah itu jalan ke komplek Dai Chi. Oh, pantesan. Banyak yang tidak tahu lho, sebab biasanya orang hanya memperhatikan Jalan Purwakarta. Selain itu, jalan tersebut hanya menuju komplek Dai Chi dan komplek Sulaksana Makmur, jadi tidak banyak orang yang lewat situ selain penghuni komplek sendiri.
Saya datang ke komplek Dai Chi di suatu siang di bulan Februari 2009. Tanya ke satpam di pos, “Pak, ada rumah yang dikontrakin nggak”. “Ada tuh, nomer 28 sama nomer 47″. Saya lihat-lihat, dan tanya-tanya ke satpam. Akhirnya, saya cocok dengan rumah nomor 47 dengan sewa per tahun Rp 30jt. Rumah nomor 28 memang lebih murah, Rp 25-27jt per tahun tapi dekat dengan sebuah sekolah, jadi kalau siang malah ramai. Saya segera bertemu dengan pemilik rumah dan menyetor tanda jadi. Keesokan harinya, secara bertahap saya pindahkan barang-barang di Cikutra ke Dai Chi.
Awal Maret 2009, rumah di Dai Chi sudah siap beroperasi dengan peralatan seadaanya. Komputer, laptop, router, perangkat jaringan lainnya, sudah terpasang dengan baik. Begitu juga koneksi internet menggunakan Speedy. Satu-persatu, setahap demi setahap, semua peralatan saya pindahkan dari Benhil ke Bandung. Pelan-pelan, nyantai saja. Sekarang di Benhil masih ada sisa 1 buah printer, 1 wireless router, 1 modem kabel, dan buku-buku.
Jujur saja awalnya saya merasa agak berat, sebab kalau menghitung biaya yang dikeluarkan untuk hijrah ini lumayan banyak. Untuk rumah, perabotan, dan peralatan kantornya saja sudah menelan lebih dari Rp 50jt. Jumlah yang cukup besar waktu itu. Tapi buat saya, itu memang harga yang harus dibayar kalau memang yakin hijrah ini akan berhasil. Dibandingkan masa depan, dibandingkan transformasi yang bisa kita jalankan, dibandingkan dengan hasilnya tentu jadi relatif kecil nilainya.
Nah, begitulah ceritanya. Jadilah kantor kami yang baru di Komplek Dai Chi Kav 47. Tempat yang cukup kondusif, tenang, dan lingkungannya juga baik. Mau lihat foto-fotonya? Silakan mampir ke album foto Facebook saya.
Popularity: 3% [?]
PT. Sandiloka
Komplek Dai-Chi Kav 47 Antapani - Bandung
022-7104067, 022-92888777
http://voucha.co.id
http://voucha.net
Leave a reply...
Peringatan: posting iklan/promosi langsung dihapus!






