Inilah komik “Kisah Isi Ulang” dari XL yang cukup provokatif itu.
Untuk format yang lebih besar silakan download gambar dengan resolusi berikut: 240×320, 600×800, 900×1200.
(Update #1)
Download resolusi yang lebih besar: 1200×1600.
Dalam cerita tersebut, yang ditonjolkan adalah citra bahwa isi ulang lewat sistem “multichip” itu memakan waktu lama, bisa sampai satu jam. Seolah-olah, secara umum atau keseluruhan sistem “multichip” itu selalu lambat. Padahal kasus seperti ini adalah kasus gangguan yang disebabkan gangguan jaringan operator itu sendiri. Dalam kondisi normal tidak ada gangguan, maka pengisian pulsa hanya berlangsung dalam tempo beberapa detik saja.
Sepertinya gaya campaign/marketing communication XL sejak Price War I – 2008 memang tidak ada perubahan. Bagaimana menurut Anda?
(Update #2)
Jika Anda dari pihak XL, baik pelaksana, pengambil keputusan maupun pemegang saham, ada baiknya Anda mengikuti diskusinya di mailinglist pulsa. Monggo..
Popularity: 6% [?]
Dear Voucha lovers, sudah setahun lebih nih kita gak kumpul bareng silaturahmi. Kita kumpul di Bandung lagi yukk…
Kami mengundang Anda untuk hadir dalam acara: Kongkow Bersama Voucha
Tema:
- Perkenalan personel Voucha
- Sharing seputar bisnis pulsa
- Silaturahmi & tatap muka
Hari & Tanggal: Sabtu, 17 April 2010
Waktu: Pukul 16.00 s/d 19.00 WIB.
Lokasi: D’palm Restaurant. Jl. Lombok no 45 Bandung. DPALM SUNDENESE RESTAURANT
Undangan ini untuk
- User/pengguna Voucha
- Mitra kerja
- Simpatisan
- Pecinta & Penggemar Voucha
Sempatkan datang ya.
Baca juga:
http://forum.voucha.net/pengumuman/751-undangan-kongkow-bersama-voucha.html
http://www.facebook.com/event.php?eid=106655156042033
Sumber Foto & hak cipta: D’Palm Sundanese Restaurant
Popularity: 2% [?]
Kami Tim Developer Voucha3 telah menjadwalkan rilis stabil berikutnya untuk Voucha3 Device 3.1.1 dan Voucha3 Forwarder 3.1.1.
Voucha3 Device 3.1.1 kami rilis untuk membantu user Voucha3 yang sering mendapatkan respon ‘+CUSD: 4′ (Operation not Supported) dan jawaban BLANK/KOSONG dari sistem MKIOS dan DOMPETPULSA.
Voucha3 Forwarder 3.1.1 kami rilis untuk mendukung Protokol Bandung version 1.0. Mulai versi tersebut, Anda sudah bisa terkoneksi dengan semua penyedia H2H yang sudah mendukung Protokol Bandung version 1.0.
Operation Not Supported (+CUSD: 4) dan BLANK RESPONSE
Sebagaimana kita ketahui bersama, problem tersebut kini makin meningkat frekuensinya di seluruh Indonesia.Perlu dipahami bahwa Voucha3 menampilkan problem dalam bentuk pesan kesalahan APA ADANYA, dan problem ‘+CUSD: 4′ maupun jawaban BLANK itu tidak ada solusinya sebab terjadi di sisi jaringan operator.
Perubahan yang akan disertakan di rilis Voucha3 Device 3.1.1 tersebut antara lain dalam bentuk opsi, apakah ‘+CUSD: 4′ akan diproses sebagai transaksi suspect, gagal atau diproses oleh device lain secara otomatis.
Berikut jadwal rilis untuk masing-masing package yang akan tersedia untuk para pengguna aktif.
| Software Package | Jadwal |
| Voucha3 Device 3.1.1 | Jumat, 23 April 2010 |
| Voucha3 Forwarder 3.1.1 | Jumat, 21 Mei 2010 |
Bagi Anda yang menginginkan versi Release Candidate (RC) untuk Voucha3 Device 3.1.1, bisa mendownload Voucha3 Device 3.1.1 build 440. Silakan hubungi Vouchacare. Jika masa aktif Anda sudah habis, silakan lakukan perpanjangan dahulu untuk mendownload.
Popularity: 2% [?]
Hasil kesepakatan Konferensi Developer Software Pulsa se-Indonesia 2010 pada 20 Maret 2010 yang lalu melahirkan protokol standard yang disebut dengan Protokol Bandung 1.0. Dengan adanya protokol standard ini, kedepannya semua server pulsa di seluruh Indonesia bisa saling terkoneksi tanpa hambatan perbedaan spek protokol yang digunakan.
Sebagian besar orang menyangka bahwa protokol standard ini MENGGANTIKAN protokol h2h yang sudah ada. Anggapan tersebut keliru. Protokol standard TIDAK MENGGANTIKAN protokol h2h yang sudah ada. Bagi mereka yang sudah nyaman terkoneksi ke Winpulsa menggunakan protokol Winpulsa tetap bisa menggunakan modul untuk koneksi ke sana. Begitu juga yang sudah nyaman terkoneksi ke Siputri, Eratel, Datacell, Telesindo, dll. Begitu juga protokol h2h antara pengguna software yang sama.
Jadi, protokol standard ini sifatnya membuka “pintu” yang baru. Bagi pihak pembeli, Anda tidak perlu beli modul lagi untuk terkoneksi dengan ribuan supplier h2h yang softwarenya berbeda. Cukup satu modul standard yang menggunakan Protokol Bandung 1.0, Anda sudah bisa terkoneksi dengan mereka. Bagi pihak supplier yang servernya sudah mendukung Protokol Bandung 1.0, kini lebih banyak software yang support untuk terkoneksi ke servernya. Proses terjadinya kerjasama dan pertukaran stok kini tidak tersandung problem teknis hanya karena softwarenya berbeda-beda.
Bagi pihak developer, keuntungannya adalah WAKTU! Sebelumnya kita sering habis waktu percuma untuk membuat koneksi h2h. Untuk membuat satu koneksi h2h, prosesnya tidak mudah. Dokumentasi tidak jelas, pesan jawaban tidak konsisten antara tipe variabel dan panjangnya, pengiriman reversal yang susah ditelusuri. Untuk berkomunikasi dengan pihak developer juga tidak mudah menemukan kecocokan waktu dan persamaan persepsi. Dengan protokol standard, kita punya acuan yang sama, terdokumentasi dengan jelas dan terhindar dari WAKTU yang terbuang sia-sia!
Inilah interpretasi ulang semangat Bhineka Tunggal Ika di abad 21. Walaupun softwarenya beda-beda, tapi bisa tuker-tukeran stok satu sama lain
Bagi Anda yang membutuhkan Protokol Bandung version 1.0 revisi 24 Maret 2010, silakan download di milis pulsa dengan alamat:
http://groups.yahoo.com/group/pulsa/files/Protokol-Standard-H2H/
Untuk dokumentasi di web maupun wiki, mohon bersabar ya…
Popularity: 2% [?]
Dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT, pada hari Sabtu, 20 Maret 2010 yang lalu acara Konferensi Developer Software Pulsa se-Indonesia berlangsung dengan sukses. Konferensi ini melahirkan protokol standard host-to-host yang bernama Protokol Bandung versi 1.0.
Saya selaku pribadi dan sebagai perwakilan dari United Coders mengucapkan banyak terima kasih dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada rekan-rekan KPP Bandung yang kompak-kompak dan penuh semangat. Walaupun banyak pihak yang pesimis, toh tidak terbukti. Acara berlangsung sukses dan kesepakatan protokol standard bisa diwujudkan!
Saya sendiri juga punya ekspektasi yang tidak terlalu besar, waktu itu saya bilang yaaaa paling 10 developer lah. Ternyata yang mau datang jauh lebih banyak, hampir 100 orang dari 45 lebih perusahaan. Partisipan yang datang tepat berjumlah 76 orang! Selain developer, ada 20 orang pemain server yang hadir juga dalam acara tersebut.
Bukankah tidak ada yang mustahil jika itu atas izin Yang Punya Hidup?
Berikut beberapa foto seputar acara konferensi.
Baca juga:
- detikInet: Pedagang Pulsa Kumpulkan Pembuat Software Pulsa
- detikInet: Penjual Pulsa Desak Developer Software Pulsa Bentuk Asosiasi
Popularity: 2% [?]
Bagi Anda peserta Konferensi Developer Software Pulsa se-Indonesia di Bandung pada 20 Maret 2010, berikut petunjuk lokasi dan route jalan menuju lokasi konferensi: Hotel Novotel Bandung, Jalan Cihampelas No 23 Bandung. Semoga membantu.
Dari Tol Pasteur – Dr Djunjunan
Dari Tol Pasirkoja
Dari Stasiun Kereta Api – Bandung
Popularity: 2% [?]
Sekedar bantu menyebarkan informasi, siapa tahu kita bisa ketemuan di sana.
—
To members of ELEKTRO ITB
Yohan Suryanto March 6 at 1:32am Reply
Dear Rekan-rekan Alumni,
Bagaimana trends bisnis ICT dewasa ini di Indonesia dan dunia serta bagaimana mahasiswa dan civitas akademika lainnya termasuk alumni mengambil peran dalam bisnis yang sangat erat kaitannya dengan STEI tersebut? Mau tahu lebih jauh ulasannya, hadirilah Kuliah Umum di EL-ITB yang akan dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal : Jum’at, 12 Maret 2010
Pukul : 15.30 – 18.00
Lokasi : Campus Center Barat, Ruang 26 (exs Student Center Barat), Kampus ITB, Jl. Ganesha 10, Bandung
Topik : ICT Business Trends.
Pembicara : Arief Yahya El-80, Direktur Enterprise & Wholesale PT. Telkom (Ketua Umum IAE-ITB 2009-2013)
Salam,
-yohan-
Komunikasi Eksternal
Depkominfo IAE-ITB
Popularity: 2% [?]
Saat ada Kumpul Solidaritas Penjual Pulsa di Ciumbuleuit – Bandung pada Selasa, 16 Februari 2010 yang lalu ada salah satu usulan yang kembali diangkat yaitu perlunya protokol standard host-to-host. Tujuannya supaya memudahkan server pulsa di Indonesia untuk saling terkoneksi satu sama lain. Sebab, tidak bisa dipungkiri, dengan banyaknya software dengan beragam spek interkoneksinya jadi kendala bagi pengguna untuk saling terkoneksi satu sama lain.
Untuk terkoneksi dengan temannya yang berbeda software, pengguna harus beli modul baru, harus menunggu dulu, harus ditest dulu supaya bisa nyambung. Nah, seringkali ketika modulnya sudah jadi, harganya sudah tidak menarik lagi
Kalau ada satu protokol standar yang sama, developer cukup buat satu modul h2h saja dan bisa dipakai ke server manapun. Penggunanya juga tidak perlu nunggu lama, tidak perlu beli modul lagi, cukup pakai modul standardnya saja. Ini bisa memperkuat jaringan antar server pulsa di Indonesia karena proses interkoneksinya makin mudah.
Kebetulan waktu acara di Bandung tersebut, baru ada saya, Edwin (Astapulsa), dan Semar software. Dan sampai hari ini sudah ada konfirmasi dari Siputri, FM, dan Supersoft. Saya ingin mengajak developer yang lain untuk membahas protokol standar tersebut. Kemarin baru sampai wacana, belum sampai isu teknis. Tapi saya yakin, masing-masing sudah punya konsep sendiri. Tinggal kita diskusikan bagaimana menyatukannya saja.
Untuk tahap selanjutnya, saya mengundang rekan-rekan untuk diskusi mengenai konsep tersebut. Kalau tidak memungkinkan bertemu kopi darat, bisa lewat conference di YM. Untuk waktunya, mohon usulan waktu yang paling dekat dan paling realistis
Silakan hubungi saya di email irs[at]unitedcoders.net, atau lewat Facebook.
Popularity: 2% [?]
Pelanggan Telkomsel Yang Terhormat,
Sejak awal Februari 2010, para penjual pulsa elektrik Telkomsel di seluruh Indonesia tidak diperbolehkan untuk melakukan pengisian ke nomor luar regionalnya. Jadi penjual di Cianjur tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Bandung tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Lampung tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Banten, penjual di Bali tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Pasuruan atau Banyuwangi. Kebijakan ini berlaku nasional, di seluruh Indonesia. Jika ada pengisian ke nomor luar regional, yang disebut dengan transaksi cross-region, maka penjualnya dikenakan sanksi yaitu pemblokiran chip MKIOS yang digunakan untuk transaksi lintas tersebut.
Oleh sebab itu, para reseller termasuk penyedia all-operator tidak berani untuk melakukan pengisian ke nomor Anda. Transaksi ke nomor Anda akan ditolak oleh sistem milik reseller (bukan sistem milik dealer maupun sistem milik Telkomsel), untuk menghindari sanksi pemblokiran dari dealer. Bagi Anda yang sering komuter Jakarta – Bandung, Jakarta – Lampung, Jakarta – Cirebon, Jakarta – Tasikmalaya, atau Anda yang sedang bertugas ke pelosok/luar daerah (tentara, polisi, insinyur pertambangan, dll) pasti menemukan kendala dalam melakukan pengisian. Apalagi jika Anda bepergian ke luar daerah tiap Sabtu dan Minggu, mungkin pernah melihat spanduk seperti gambar berikut.
Kami menerima banyak laporan di lapangan adanya perselisihan dan pertengkaran antara penjual dan pelanggan akibat kebijakan tersebut. Jika Anda telepon ke Customer Service di nomor 116 melalui ponsel, maka Anda akan mendapatkan penjelasan bahwa pengisian bisa dilakukan di manapun. Penjelasan Telkomsel tersebut memang benar adanya. Namun, pada prakteknya di lapangan, para penjual dilarang oleh dealernya untuk melakukan pengisian ke nomor luar regional.
Memang ada limit sebesar 5% untuk transaksi cross-region. Namun kami mengalami banyak kendala secara prinsip maupun teknis untuk memenuhinya, antara lain:
- Data HLR tiap region yang kurang lengkap disebabkan sumber yang berbeda-beda.
- Peredaran nomor baru yang belum bisa dideteksi oleh sistem.
- Adanya nomor daur-ulang/recycled.
- Akurasi yang tidak sama untuk tiap tempat.
- Tidak ada data resmi dari Telkomsel.
- Simpang siur informasi, tidak ada informasi resmi dari Telkomsel.
Sementara pihak Telkomsel belum bisa memblokir di sistem mereka karena keterbatasan teknologi yang digunakan. Oleh sebab itu, para penjual tidak berani mengambil resiko chip MKIOS-nya diblokir oleh dealer dan menolak transaksi ke nomor Anda. Ya, Anda tentu paham bahwa itu rancu sebab transaksi lintasnya bisa dideteksi, tapi tidak bisa diblokir.
Ada beberapa solusi yang mungkin cocok untuk Anda jika kesulitan untuk mengisi nomor Telkomsel, yaitu:
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah untuk sementara, bisa menggunakan nomor sementara sebagai calling-card (sekali pakai, bisa dibuang, tidak perlu isi pulsa). Cocok untuk Anda yang sedang bertugas, liburan, belanja, melakukan liputan, dll.
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah secara rutin, bisa mengganti nomornya dengan nomor operator lain yang lebih mudah diisi di mana saja tanpa batasan regional. Cocok untuk Anda yang sering pulang-pergi tiap minggu ke Ibukota.
- Bagi Anda yang keberatan dengan dua solusi di atas, bisa melakukan pengisian lewat mesin ATM atau mobile-banking yang bisa memberikan kemudahan bertransaksi di mana saja.
Ada solusi lain yang lebih baik? Silakan isi komentar Anda di bawah tulisan ini. Anda juga bisa bergabung ke Grup Facebook kami di sini dan silakan tulis pendapat Anda.
Popularity: 3% [?]
Kegiatan update HLR ini paling setahun sekali, yaitu pada saat cross region Telkomsel diperketat lagi. Pada saat longgar, tidak ada yang merespon. Kalau minta datanya, lama nggak ada respon. Kalau sekarang, semuanya langsung pada kirim update HLR dari dealer masing-masing
Terima kasih kepada Anda yang sudah mengirim data HLR kepada kami.
Anyway, kami mengalami kesulitan untuk melakukan update karena hal-hal sebagai berikut.
1. Semua bilang paling valid
Ada beberapa data yang tidak cocok satu sama lain. Menurut versi A, prefix sekian punya Pontianak. Tapi menurut versi B, prefix tersebut punya Jawa Tengah. Setelah dikonfirmasi, semua mengatakan bahwa sumbernya dari dealer dan pasti valid. Karena semua paling valid, dan ada yang tidak cocok, maka kami kesulitan untuk mengupdate. Ini sulitnya kalau dari pihak Telkomsel tidak ada data resmi, jadi mana yang bener?
2. Format tidak sama
Satu dealer, formatnya berbeda dengan yang lain. Isi kolomnya juga beda-beda. Ini yang cukup menyita waktu lama, sebab harus diubah satu-persatu ke format yang sudah kami gunakan. Kalau cuma beda +6281xx dengan 081xx tidak begitu jadi soal, tapi kalau format kolomnya beda?
Apakah ada standar penomoran HLR yang resmi dari Telkomsel?
3. Kurang Lengkap
Ada yang prefixnya banyak, tapi tidak ada data lokasi. Ada yang cuma satu regional saja. Ada yang isinya prefixnya doang, hehehe, saya paham banget nih…situ juga males kan ngeditnya
.
Nah begitulah kondisinya. Kita ini lagi diuji kesabarannya. Ini semua karena tidak ada satu data resmi yang standard dari Telkomsel. Jadi saya dengan Anda tidak perlu berselisih atau ngomel-ngomel untuk satu hal yang di luar kendali kita. Slow aja. Satu-persatu pasti selesai.
Btw, saya sudah bikin format standard yang bisa dikirimkan supaya prosesnya lebih cepat dan mudah dicek. Silakan masuk ke Forum Voucha: Cara mengirim data HLR. Tenang, kami pasti bantu.
Tapi kalau tahun depan kayak begini lagi…
Popularity: 2% [?]















