Kami Tim Developer Voucha3 telah menjadwalkan rilis stabil berikutnya untuk Voucha3 Device 3.1.1 dan Voucha3 Forwarder 3.1.1.
Voucha3 Device 3.1.1 kami rilis untuk membantu user Voucha3 yang sering mendapatkan respon ‘+CUSD: 4′ (Operation not Supported) dan jawaban BLANK/KOSONG dari sistem MKIOS dan DOMPETPULSA.
Voucha3 Forwarder 3.1.1 kami rilis untuk mendukung Protokol Bandung version 1.0. Mulai versi tersebut, Anda sudah bisa terkoneksi dengan semua penyedia H2H yang sudah mendukung Protokol Bandung version 1.0.
Operation Not Supported (+CUSD: 4) dan BLANK RESPONSE
Sebagaimana kita ketahui bersama, problem tersebut kini makin meningkat frekuensinya di seluruh Indonesia.Perlu dipahami bahwa Voucha3 menampilkan problem dalam bentuk pesan kesalahan APA ADANYA, dan problem ‘+CUSD: 4′ maupun jawaban BLANK itu tidak ada solusinya sebab terjadi di sisi jaringan operator.
Perubahan yang akan disertakan di rilis Voucha3 Device 3.1.1 tersebut antara lain dalam bentuk opsi, apakah ‘+CUSD: 4′ akan diproses sebagai transaksi suspect, gagal atau diproses oleh device lain secara otomatis.
Berikut jadwal rilis untuk masing-masing package yang akan tersedia untuk para pengguna aktif.
| Software Package | Jadwal |
| Voucha3 Device 3.1.1 | Jumat, 23 April 2010 |
| Voucha3 Forwarder 3.1.1 | Jumat, 21 Mei 2010 |
Bagi Anda yang menginginkan versi Release Candidate (RC) untuk Voucha3 Device 3.1.1, bisa mendownload Voucha3 Device 3.1.1 build 440. Silakan hubungi Vouchacare. Jika masa aktif Anda sudah habis, silakan lakukan perpanjangan dahulu untuk mendownload.
Popularity: 3% [?]
Pelanggan Telkomsel Yang Terhormat,
Sejak awal Februari 2010, para penjual pulsa elektrik Telkomsel di seluruh Indonesia tidak diperbolehkan untuk melakukan pengisian ke nomor luar regionalnya. Jadi penjual di Cianjur tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Bandung tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Lampung tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Banten, penjual di Bali tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Pasuruan atau Banyuwangi. Kebijakan ini berlaku nasional, di seluruh Indonesia. Jika ada pengisian ke nomor luar regional, yang disebut dengan transaksi cross-region, maka penjualnya dikenakan sanksi yaitu pemblokiran chip MKIOS yang digunakan untuk transaksi lintas tersebut.
Oleh sebab itu, para reseller termasuk penyedia all-operator tidak berani untuk melakukan pengisian ke nomor Anda. Transaksi ke nomor Anda akan ditolak oleh sistem milik reseller (bukan sistem milik dealer maupun sistem milik Telkomsel), untuk menghindari sanksi pemblokiran dari dealer. Bagi Anda yang sering komuter Jakarta – Bandung, Jakarta – Lampung, Jakarta – Cirebon, Jakarta – Tasikmalaya, atau Anda yang sedang bertugas ke pelosok/luar daerah (tentara, polisi, insinyur pertambangan, dll) pasti menemukan kendala dalam melakukan pengisian. Apalagi jika Anda bepergian ke luar daerah tiap Sabtu dan Minggu, mungkin pernah melihat spanduk seperti gambar berikut.
Kami menerima banyak laporan di lapangan adanya perselisihan dan pertengkaran antara penjual dan pelanggan akibat kebijakan tersebut. Jika Anda telepon ke Customer Service di nomor 116 melalui ponsel, maka Anda akan mendapatkan penjelasan bahwa pengisian bisa dilakukan di manapun. Penjelasan Telkomsel tersebut memang benar adanya. Namun, pada prakteknya di lapangan, para penjual dilarang oleh dealernya untuk melakukan pengisian ke nomor luar regional.
Memang ada limit sebesar 5% untuk transaksi cross-region. Namun kami mengalami banyak kendala secara prinsip maupun teknis untuk memenuhinya, antara lain:
- Data HLR tiap region yang kurang lengkap disebabkan sumber yang berbeda-beda.
- Peredaran nomor baru yang belum bisa dideteksi oleh sistem.
- Adanya nomor daur-ulang/recycled.
- Akurasi yang tidak sama untuk tiap tempat.
- Tidak ada data resmi dari Telkomsel.
- Simpang siur informasi, tidak ada informasi resmi dari Telkomsel.
Sementara pihak Telkomsel belum bisa memblokir di sistem mereka karena keterbatasan teknologi yang digunakan. Oleh sebab itu, para penjual tidak berani mengambil resiko chip MKIOS-nya diblokir oleh dealer dan menolak transaksi ke nomor Anda. Ya, Anda tentu paham bahwa itu rancu sebab transaksi lintasnya bisa dideteksi, tapi tidak bisa diblokir.
Ada beberapa solusi yang mungkin cocok untuk Anda jika kesulitan untuk mengisi nomor Telkomsel, yaitu:
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah untuk sementara, bisa menggunakan nomor sementara sebagai calling-card (sekali pakai, bisa dibuang, tidak perlu isi pulsa). Cocok untuk Anda yang sedang bertugas, liburan, belanja, melakukan liputan, dll.
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah secara rutin, bisa mengganti nomornya dengan nomor operator lain yang lebih mudah diisi di mana saja tanpa batasan regional. Cocok untuk Anda yang sering pulang-pergi tiap minggu ke Ibukota.
- Bagi Anda yang keberatan dengan dua solusi di atas, bisa melakukan pengisian lewat mesin ATM atau mobile-banking yang bisa memberikan kemudahan bertransaksi di mana saja.
Ada solusi lain yang lebih baik? Silakan isi komentar Anda di bawah tulisan ini. Anda juga bisa bergabung ke Grup Facebook kami di sini dan silakan tulis pendapat Anda.
Popularity: 4% [?]
Hari ini banyak yang lapor tidak bisa buka web mkios, http://www.telkomsel.com/mkios, jawabannya: “DNS Error – cannot find server.”
Coba kita cek DNS untuk “telkomsel.com”
voucha@server~ $ dig ns telkomsel.com ; < <>> DiG 9.4.2-P2 < <>> ns telkomsel.com ;; global options: printcmd ;; Got answer: ;; ->>HEADER< <- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 35744 ;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 4, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0 ;; QUESTION SECTION: ;telkomsel.com. IN NS ;; ANSWER SECTION: telkomsel.com. 39097 IN NS ns3.telkomsel.com. telkomsel.com. 39097 IN NS ns4.telkomsel.com. telkomsel.com. 39097 IN NS ns3.telkomsel.co.id. telkomsel.com. 39097 IN NS ns4.telkomsel.co.id. ;; Query time: 24 msec ;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1) ;; WHEN: Mon Jul 13 23:42:12 2009 ;; MSG SIZE rcvd: 118
Kita coba cek koneksi ke salah satu DNS di sana, contoh: “ns3.telkomsel.com”
voucha@server~ $ traceroute ns3.telkomsel.com traceroute to ns3.telkomsel.com (202.3.208.11), 30 hops max, 40 byte packets 1 host57-57.pwrbox.com (117.103.57.57) 1.142 ms 1.108 ms 1.089 ms 2 host130-61.lintaswave.net.id (117.103.61.130) 0.863 ms 0.842 ms 0.821 ms 3 telkomsel.openixp.net (218.100.27.187) 1.758 ms 1.744 ms 1.725 ms 4 114.127.254.1 (114.127.254.1) 1.704 ms 1.685 ms 2.617 ms 5 114.127.254.9 (114.127.254.9) 3.642 ms * 3.604 ms 6 * * * 7 * * * 8 * * * 9 * * * 10 * * * 11 * * * 12 * * * 13 * * * 14 * * * 15 * * * 16 * * * 17 * * * 18 * * * 19 * * * 20 * * * 21 * * * 22 * * * 23 * * * 24 * * * 25 * * * 26 * * * 27 * * * 28 * * * 29 * * * 30 * * *
Aha, ketahuan deh penyebabnya. Routing terputus di 114.127.254.9. Bisa jadi DNS Telkomsel sedang down atau router ke network tersebut sedang down. Mungkin sedang maintenance ya..
Update 14 Juli 2009:
Website MKIOS, http://www.telkomsel.com/mkios sudah normal kembali
Popularity: 2% [?]
XL dengan Dompet Pulsanya sukses merealisasikan locking per BTS untuk transfer saldo dan stok Dompet Pulsa. Dan rumor yang kini makin santer adalah rencana XL untuk locking transaksi ke nomor konsumen. Dengan sistem tersebut, maka pedagang dan pembeli harus terkoneksi di BTS yang sama. Jika tidak akan ditolak oleh sistem. Hal ini tentu bukan hal yang sulit bagi XL untuk segera direalisasikan.
Kalau beberapa bulan atau mungkin setahun yang lalu, hal ini masih jadi wacana atau rumor saja. Namun kalau melihat gerak-gerik ketiga operator ( Telkomsel, Indosat dan XL) memang menuju ke arah sana. Mungkin sama seperti BBM. Kalau beberapa tahun yang lalu kita masih melihat ada penjual bensin eceran di pinggir jalan. Isinya pakai jerigen-jerigen besar maupun kecil. Langganannya bisa sopir angkot, tukang ojek, dll. Bayarnya bisa ngutang. Tapi sekarang coba lihat, di mana ada penjual bensin eceran di pinggir jalan? Kalau dulu banyak warnet menjamur di mana-mana, kalau sekarang, warnet sedikit. Ada Speedy personal, ada wireless 3G, ada RT/RW net. Kalau sudah pakai Speedy, ngapain ke warnet?
Kebijakan operator akan terus berubah-ubah, seiring dengan tantangan bisnis masing-masing operator. Kalau sekarang harga bisa dipermainkan oleh dealer atau oleh pemain server atau siapapun. Nantinya, harga akan ditentukan oleh masing-masing operator. Kalau sekarang stok satu region bisa banjir (over) tapi di region lain sedikit, nantinya stok mengikuti jumlah pengguna (subscriber). Kalau sekarang ada istilah regional pengekspor (lintas), mungkin nantinya sudah tidak ada. Masalah disparitas harga antar regional dengan sendirinya makin minimal, kalau tidak bisa dihilangkan sama sekali.
Kalau sekarang, untuk urusan penjualan, operator mengatakan: “I need You”. Nantinya operator mungkin bisa mengatakan: “I don’t need You!”
Bagaimana dengan Anda? Bagaimana dampaknya bagi pebisnis server pulsa? Siapkah Anda mengikuti perubahan dengan adanya locking per BTS?
Ikuti terus diskusinya di Forum Voucha, forum yang tertib, aman, nyaman, dan kredibel.
Popularity: 3% [?]
Hari ini beberapa kali dapat laporan mengenai kelakuan aneh MKIOS di sebuah daerah terpencil di Banyuwangi.
Kasus #1: ‘berhasil’ terpotong jadi ‘erhasil’
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81254469397> telah erhasil. Nomer Seri <9100000856521296>. Sisa stok 10k=112.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81233599908> telah erhasil. Nomer Seri <5100000315414156>. Sisa stok 10k=81.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81234529529> telah sil. Nomer Seri <9100000856319685>. Sisa stok 10k=2123.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <5> untuk <81227276247> telah bhasil. Nomer Seri <7100001148508651>. Sisa stok 5k=342.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81336135533> telah sil. Nomer Seri <5100000314912365>. Sisa stok 10k=101.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <5> untuk <85236150822> telah brhasil. Nomer Seri <5100000313817357>. Sisa stok 5k=1281.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81336178680> telah asil. Nomer Seri <9100000854275030>. Sisa stok 10k=697.
Pembelian 1 buah voucher <kartuAS> senilai <5> untuk <85223768684> telah berl. Nomer Seri <906151346194147969>. Sisa stok 5k=1829. (Update 15 Juni 2009)
Pembelian 1 buah voucher <kartuAS> senilai <5> untuk <81390660592> telah beril. Nomer Seri <906232028174140644>. Sisa stok 5k=118.
Kasus #2: nomor seri terpotong, harusnya 16 digit
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <8124983652> telah berhasil. Nomer Seri <510000015>. Sisa stok 10k=12.
Sampai tulisan ini dibuat belum ada penjelasan dari Telkomsel di sana. Ada yang bisa menjelaskan?
Popularity: 6% [?]
Selama satu bulan terakhir kami menerima laporan mengenai problem pada MKIOS dan pada pengiriman SMS dengan IM3. Pada mulanya, hanya satu klien saja yang mengalami. Tapi akhir-akhir ini, laporan tersebut makin banyak. Namun tidak merata. Kadang di Jawa Timur, kadang di Jawa Barat, kadang di Jakarta.
Problem pada MKIOS adalah munculnya respon ‘+CUSD:4′ yang berarti ‘Operation Not Suported’ menurut manual AT Command Wavecom. Yang menjadi masalah, transaksi yang dilakukan kadang berhasil, kadang juga tidak. Pada saat cek stok, muncul pula ‘+CUSD:4′. Sebuah gejala overload.
Problem pada SMS IM3 adalah problem gagalnya pengiriman sms, kadang-kadang timeout. Setiap mengirim sms, bisa makan waktu lama. Anehnya hanya terjadi di IM3. Pengiriman SMS menggunakan XL, AS, maupun yang lainnya tetap normal.
Menurut catatan kami per tanggal tulisan ini dibuat, statistik kedua problem di atas makin meningkat. Tidak hanya terjadi di satu klien, tapi juga terjadi di klien yang lain. Walaupun tidak semuanya seperti itu. Tidak merata.
Karena tidak merata, kami agak terganggu dan sedikit kebingungan, sebab User menganggap itu problem di software sebab software yang menampilkan pesan kesalahan. Sementara kami menganggap problemnya di jaringan Telco, sebab setelah proses pengiriman command, maka hasilnya atau respon yang kita terima itu tergantung jaringan sistem Telco. Setelah command dikirim, apapun responnya, apakah berhasil atau tidak, apakah normal atau tidak, sudah di luar kuasa kita.
Supaya kita tidak terjebak dalam putaran argumentasi yang tidak produktif, mengambil asumsi yang salah, dan menjadi permainan pingpong yang konyol, alangkah baiknya kita mendapatkan informasi yang resmi dari pihak Telco mengenai situasi di jaringan mereka.
Bagaimana dengan kondisi di tempat rekan-rekan yang lain?
Popularity: 7% [?]
Minggu ini adalah hari-hari penuh testing. Setiap hari testing dan testing. Dan akhir minggu ini adalah testing MKIOS dengan Wavecom C2C, salah satu modem berbasis Wavecom sebagai alternatif Fastrack.
Berikut screenshot hasil testingnya. Testing menggunakan Voucha3 Device 3.0.0.147. Selamat menikmati.
Info lebih lanjut mengenai modem Wavecom 2C, silakan hubungi kami di 0859-59-VOUCHA atau masuk ke forum kami di http://forum.voucha.net
Popularity: 8% [?]
Setelah uji coba fitur Simtoolkit Indosat Sev dan Dompet Pulsa, kali ini kami melakukan uji coba fitur USSD dengan transaksi MKIOS. Masih dengan modem Wavecom Fastrack M1206B yang sama.
Uji coba menggunakan Voucha3 Device 3.0.0.128 dengan spesifikasi komputer: Dell Vostro 1400, Intel Centrino Core 2 Duo, RAM 2GB, Windows Vista Home Basic.
Berikut screenshotnya:
Perhatikan juga software version dari Wavecom, dari sana kita tahu bahwa modem ini menggunakan CPU Q2406B yang juga digunakan Wavecom Fastrack M1306B dan Wavecom Fastrack Supreme. Bedanya, software yang digunakan menggunakan revisi 16 April 2004.
Dari segi fungsi USSD, tidak terlihat perbedaan yang mencolok dibandingkan M1306B maupun Supreme.
Thanks untuk Hariyanto yang telah meminjamkan modem Wavecom Fastrack M1206B dan Kru Netcomm Padalarang yang telah meminjamkan fasilitasnya untuk testing.
Popularity: 15% [?]
Selama periode tahun 2008, salah issue yang paling signifikan dalam dunia transaksi pulsa elektronik adalah kapasitas. Ketiga operator besar: Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo secara signifikan telah meningkatkan kapasitasnya. Hal ini memberikan efek secara langsung bagi kita yaitu naiknya performance sistem.
Memang ada issue gangguan belakangan ini dan terjadi secara tidak merata di berbagai tempat baik sistem MKIOS, Indosat Sev maupun Dompet Pulsa. Namun relatif tidak seheboh tahun sebelumnya.
Dengan kapasitas jaringan operator yang ada, kita juga harus menyesuaikan diri dengan menambah value yang lebih tinggi. Value tersebut akan menjadi pijakan berikutnya yang berpotensi untuk mengembangkan bisnis transaksi pulsa elektronik.
Dalam pandangan kami, value yang berikutnya itu adalah QoS (Quality of Service). Kualitas layanan yang dimaksud dibangun dari fondasi nilai yang lain yaitu: kekuatan supply, kinerja penjualan, dan kinerja sistem.
Untuk mencapai visi ini, Voucha3 rilis berikutnya akan dirancang untuk mendukung sistem tersebut. Jadi mulai tahun 2009, reply yang cepat dan proses transaksi yang cepat saja sudah lumrah. Proses yang cepat dan kualitas sistem yang baik akan menentukan siapa pemenangnya.
Selamat Tahun Baru 2009 untuk Anda semua, semoga sukses!
Popularity: 8% [?]
Minggu ini kami merilis update untuk Voucha3 Server dan Voucha3 Device yang mengandung bugfix, penambahan fitur dan performance tweak.
Voucha3 Server 3.0.0.67
- Fix sms filter & topup filter
- Fix template engine untuk template “topup.timeout”
- Fix sms server untuk pesan yang mengandung karakter “&”
- Perubahan detail informasi pada histori transaksi
- Penambahan log
Download Voucha3 Server 3.0.0.67
Voucha3 Device 3.0.0.114
- Fix deteksi hardware & simcard
- Fix sms client untuk pesan tidak terkirim
- Fix sms client untuk pesan yang mengandung karakter “&”
- Penambahan setting pattern
- Perubahan detail proses transaksi Simpati Autorefill
Download Voucha3 Device 3.0.0.114
Voucha3 Dashboard 3.0.0.93 (BETA)
- Fix search topup per produk
- Fix sms reply untuk panjang pesan > 160
- Fix save histori transaksi ke Microsoft Excel
- Fix reject, reclaim, reverse, force transaksi
- Penambahan log untuk reject, reverse, reclaim & force
- Penambahan path view
Download Voucha3 Dashboard 3.0.0.93 (BETA)
Popularity: 9% [?]












