Pelanggan Telkomsel Yang Terhormat,
Sejak awal Februari 2010, para penjual pulsa elektrik Telkomsel di seluruh Indonesia tidak diperbolehkan untuk melakukan pengisian ke nomor luar regionalnya. Jadi penjual di Cianjur tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Bandung tidak bisa mengisi nomor pelanggan Jabotabek, penjual di Lampung tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Banten, penjual di Bali tidak bisa mengisi nomor pelanggan dari Pasuruan atau Banyuwangi. Kebijakan ini berlaku nasional, di seluruh Indonesia. Jika ada pengisian ke nomor luar regional, yang disebut dengan transaksi cross-region, maka penjualnya dikenakan sanksi yaitu pemblokiran chip MKIOS yang digunakan untuk transaksi lintas tersebut.
Oleh sebab itu, para reseller termasuk penyedia all-operator tidak berani untuk melakukan pengisian ke nomor Anda. Transaksi ke nomor Anda akan ditolak oleh sistem milik reseller (bukan sistem milik dealer maupun sistem milik Telkomsel), untuk menghindari sanksi pemblokiran dari dealer. Bagi Anda yang sering komuter Jakarta – Bandung, Jakarta – Lampung, Jakarta – Cirebon, Jakarta – Tasikmalaya, atau Anda yang sedang bertugas ke pelosok/luar daerah (tentara, polisi, insinyur pertambangan, dll) pasti menemukan kendala dalam melakukan pengisian. Apalagi jika Anda bepergian ke luar daerah tiap Sabtu dan Minggu, mungkin pernah melihat spanduk seperti gambar berikut.
Kami menerima banyak laporan di lapangan adanya perselisihan dan pertengkaran antara penjual dan pelanggan akibat kebijakan tersebut. Jika Anda telepon ke Customer Service di nomor 116 melalui ponsel, maka Anda akan mendapatkan penjelasan bahwa pengisian bisa dilakukan di manapun. Penjelasan Telkomsel tersebut memang benar adanya. Namun, pada prakteknya di lapangan, para penjual dilarang oleh dealernya untuk melakukan pengisian ke nomor luar regional.
Memang ada limit sebesar 5% untuk transaksi cross-region. Namun kami mengalami banyak kendala secara prinsip maupun teknis untuk memenuhinya, antara lain:
- Data HLR tiap region yang kurang lengkap disebabkan sumber yang berbeda-beda.
- Peredaran nomor baru yang belum bisa dideteksi oleh sistem.
- Adanya nomor daur-ulang/recycled.
- Akurasi yang tidak sama untuk tiap tempat.
- Tidak ada data resmi dari Telkomsel.
- Simpang siur informasi, tidak ada informasi resmi dari Telkomsel.
Sementara pihak Telkomsel belum bisa memblokir di sistem mereka karena keterbatasan teknologi yang digunakan. Oleh sebab itu, para penjual tidak berani mengambil resiko chip MKIOS-nya diblokir oleh dealer dan menolak transaksi ke nomor Anda. Ya, Anda tentu paham bahwa itu rancu sebab transaksi lintasnya bisa dideteksi, tapi tidak bisa diblokir.
Ada beberapa solusi yang mungkin cocok untuk Anda jika kesulitan untuk mengisi nomor Telkomsel, yaitu:
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah untuk sementara, bisa menggunakan nomor sementara sebagai calling-card (sekali pakai, bisa dibuang, tidak perlu isi pulsa). Cocok untuk Anda yang sedang bertugas, liburan, belanja, melakukan liputan, dll.
- Bagi Anda yang pergi ke luar daerah secara rutin, bisa mengganti nomornya dengan nomor operator lain yang lebih mudah diisi di mana saja tanpa batasan regional. Cocok untuk Anda yang sering pulang-pergi tiap minggu ke Ibukota.
- Bagi Anda yang keberatan dengan dua solusi di atas, bisa melakukan pengisian lewat mesin ATM atau mobile-banking yang bisa memberikan kemudahan bertransaksi di mana saja.
Ada solusi lain yang lebih baik? Silakan isi komentar Anda di bawah tulisan ini. Anda juga bisa bergabung ke Grup Facebook kami di sini dan silakan tulis pendapat Anda.
Popularity: 4% [?]
Hari ini banyak yang lapor tidak bisa buka web mkios, http://www.telkomsel.com/mkios, jawabannya: “DNS Error – cannot find server.”
Coba kita cek DNS untuk “telkomsel.com”
voucha@server~ $ dig ns telkomsel.com ; < <>> DiG 9.4.2-P2 < <>> ns telkomsel.com ;; global options: printcmd ;; Got answer: ;; ->>HEADER< <- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 35744 ;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 4, AUTHORITY: 0, ADDITIONAL: 0 ;; QUESTION SECTION: ;telkomsel.com. IN NS ;; ANSWER SECTION: telkomsel.com. 39097 IN NS ns3.telkomsel.com. telkomsel.com. 39097 IN NS ns4.telkomsel.com. telkomsel.com. 39097 IN NS ns3.telkomsel.co.id. telkomsel.com. 39097 IN NS ns4.telkomsel.co.id. ;; Query time: 24 msec ;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1) ;; WHEN: Mon Jul 13 23:42:12 2009 ;; MSG SIZE rcvd: 118
Kita coba cek koneksi ke salah satu DNS di sana, contoh: “ns3.telkomsel.com”
voucha@server~ $ traceroute ns3.telkomsel.com traceroute to ns3.telkomsel.com (202.3.208.11), 30 hops max, 40 byte packets 1 host57-57.pwrbox.com (117.103.57.57) 1.142 ms 1.108 ms 1.089 ms 2 host130-61.lintaswave.net.id (117.103.61.130) 0.863 ms 0.842 ms 0.821 ms 3 telkomsel.openixp.net (218.100.27.187) 1.758 ms 1.744 ms 1.725 ms 4 114.127.254.1 (114.127.254.1) 1.704 ms 1.685 ms 2.617 ms 5 114.127.254.9 (114.127.254.9) 3.642 ms * 3.604 ms 6 * * * 7 * * * 8 * * * 9 * * * 10 * * * 11 * * * 12 * * * 13 * * * 14 * * * 15 * * * 16 * * * 17 * * * 18 * * * 19 * * * 20 * * * 21 * * * 22 * * * 23 * * * 24 * * * 25 * * * 26 * * * 27 * * * 28 * * * 29 * * * 30 * * *
Aha, ketahuan deh penyebabnya. Routing terputus di 114.127.254.9. Bisa jadi DNS Telkomsel sedang down atau router ke network tersebut sedang down. Mungkin sedang maintenance ya..
Update 14 Juli 2009:
Website MKIOS, http://www.telkomsel.com/mkios sudah normal kembali
Popularity: 2% [?]
XL dengan Dompet Pulsanya sukses merealisasikan locking per BTS untuk transfer saldo dan stok Dompet Pulsa. Dan rumor yang kini makin santer adalah rencana XL untuk locking transaksi ke nomor konsumen. Dengan sistem tersebut, maka pedagang dan pembeli harus terkoneksi di BTS yang sama. Jika tidak akan ditolak oleh sistem. Hal ini tentu bukan hal yang sulit bagi XL untuk segera direalisasikan.
Kalau beberapa bulan atau mungkin setahun yang lalu, hal ini masih jadi wacana atau rumor saja. Namun kalau melihat gerak-gerik ketiga operator ( Telkomsel, Indosat dan XL) memang menuju ke arah sana. Mungkin sama seperti BBM. Kalau beberapa tahun yang lalu kita masih melihat ada penjual bensin eceran di pinggir jalan. Isinya pakai jerigen-jerigen besar maupun kecil. Langganannya bisa sopir angkot, tukang ojek, dll. Bayarnya bisa ngutang. Tapi sekarang coba lihat, di mana ada penjual bensin eceran di pinggir jalan? Kalau dulu banyak warnet menjamur di mana-mana, kalau sekarang, warnet sedikit. Ada Speedy personal, ada wireless 3G, ada RT/RW net. Kalau sudah pakai Speedy, ngapain ke warnet?
Kebijakan operator akan terus berubah-ubah, seiring dengan tantangan bisnis masing-masing operator. Kalau sekarang harga bisa dipermainkan oleh dealer atau oleh pemain server atau siapapun. Nantinya, harga akan ditentukan oleh masing-masing operator. Kalau sekarang stok satu region bisa banjir (over) tapi di region lain sedikit, nantinya stok mengikuti jumlah pengguna (subscriber). Kalau sekarang ada istilah regional pengekspor (lintas), mungkin nantinya sudah tidak ada. Masalah disparitas harga antar regional dengan sendirinya makin minimal, kalau tidak bisa dihilangkan sama sekali.
Kalau sekarang, untuk urusan penjualan, operator mengatakan: “I need You”. Nantinya operator mungkin bisa mengatakan: “I don’t need You!”
Bagaimana dengan Anda? Bagaimana dampaknya bagi pebisnis server pulsa? Siapkah Anda mengikuti perubahan dengan adanya locking per BTS?
Ikuti terus diskusinya di Forum Voucha, forum yang tertib, aman, nyaman, dan kredibel.
Popularity: 3% [?]
Hari ini beberapa kali dapat laporan mengenai kelakuan aneh MKIOS di sebuah daerah terpencil di Banyuwangi.
Kasus #1: ‘berhasil’ terpotong jadi ‘erhasil’
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81254469397> telah erhasil. Nomer Seri <9100000856521296>. Sisa stok 10k=112.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81233599908> telah erhasil. Nomer Seri <5100000315414156>. Sisa stok 10k=81.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81234529529> telah sil. Nomer Seri <9100000856319685>. Sisa stok 10k=2123.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <5> untuk <81227276247> telah bhasil. Nomer Seri <7100001148508651>. Sisa stok 5k=342.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81336135533> telah sil. Nomer Seri <5100000314912365>. Sisa stok 10k=101.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <5> untuk <85236150822> telah brhasil. Nomer Seri <5100000313817357>. Sisa stok 5k=1281.
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <81336178680> telah asil. Nomer Seri <9100000854275030>. Sisa stok 10k=697.
Pembelian 1 buah voucher <kartuAS> senilai <5> untuk <85223768684> telah berl. Nomer Seri <906151346194147969>. Sisa stok 5k=1829. (Update 15 Juni 2009)
Pembelian 1 buah voucher <kartuAS> senilai <5> untuk <81390660592> telah beril. Nomer Seri <906232028174140644>. Sisa stok 5k=118.
Kasus #2: nomor seri terpotong, harusnya 16 digit
Pembelian 1 buah voucher <simPATI> senilai <10> untuk <8124983652> telah berhasil. Nomer Seri <510000015>. Sisa stok 10k=12.
Sampai tulisan ini dibuat belum ada penjelasan dari Telkomsel di sana. Ada yang bisa menjelaskan?
Popularity: 6% [?]
Selama periode tahun 2008, salah issue yang paling signifikan dalam dunia transaksi pulsa elektronik adalah kapasitas. Ketiga operator besar: Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo secara signifikan telah meningkatkan kapasitasnya. Hal ini memberikan efek secara langsung bagi kita yaitu naiknya performance sistem.
Memang ada issue gangguan belakangan ini dan terjadi secara tidak merata di berbagai tempat baik sistem MKIOS, Indosat Sev maupun Dompet Pulsa. Namun relatif tidak seheboh tahun sebelumnya.
Dengan kapasitas jaringan operator yang ada, kita juga harus menyesuaikan diri dengan menambah value yang lebih tinggi. Value tersebut akan menjadi pijakan berikutnya yang berpotensi untuk mengembangkan bisnis transaksi pulsa elektronik.
Dalam pandangan kami, value yang berikutnya itu adalah QoS (Quality of Service). Kualitas layanan yang dimaksud dibangun dari fondasi nilai yang lain yaitu: kekuatan supply, kinerja penjualan, dan kinerja sistem.
Untuk mencapai visi ini, Voucha3 rilis berikutnya akan dirancang untuk mendukung sistem tersebut. Jadi mulai tahun 2009, reply yang cepat dan proses transaksi yang cepat saja sudah lumrah. Proses yang cepat dan kualitas sistem yang baik akan menentukan siapa pemenangnya.
Selamat Tahun Baru 2009 untuk Anda semua, semoga sukses!
Popularity: 8% [?]
Senin, 21 Juli 2008 yang lalu saya menerima forward sms yang berisi undangan pertemuan. Ternyata Telkomsel Jawa Barat merespon gerakan yang diawali oleh rekan-rekan di Bandung.
Foto Pertemuan di Bandung – Regionalisasi Telkomsel MKIOS
Hasil Pertemuan Hot Issue Cross Region di Bandung, 21 Juli 2008
Rekan-rekan di daerah lain ditunggu actionnya.
Popularity: 9% [?]
A dwarf standing on the shoulders of a giant may see farther than a giant himself. Robert Burton
Penting untuk dicatat. Aksi menentang monopoli Temasek dimulai dengan sendirian. Aksi menentang pembodohan ala perang tarif seluler juga dimulai dengan sendirian.
Ada banyak jalan untuk menyampaikan pesan Anda:
- Dirjen Telematika, Dep Kominfo
- Dirjen Postel, Dep Kominfo
- KPPU
- Asosiasi Telepon Seluler Indonesia
- Jaringan Media dan organisasi wartawan
dan masih banyak jalur lain baik formal maupun informal.
Sabar saja, memang butuh waktu.
Popularity: 8% [?]
Sudah setahun aturan regionalisasi MKIOS diberlakukan. Saya hanya mengamati. Sebab saya bukan pemain. Selama setahun tersebut, saya tidak berniat mengambil kesimpulan macam-macam, membuat dugaan macam-macam, atau berteori panjang lebar. Cuma nonton saja.
Saya jadi ingat film The Devil’s Advocate yang dibintangi Al Pacino dan Keanu Reeves. Al Pacino memainkan peran sebagai John Milton, sosok iblis dalam bentuk manusia. Ada satu dialog yang saya ingat betul di akhir film tersebut. Dialog antara John Milton (iblis) dan Kevin (manusia).
Let me give you a little inside information about God. God likes to watch. He’s a prankster. Think about it. He gives man instincts. He gives you this extraordinary gift, and then what does He do, I swear for His own amusement, his own private, cosmic gag reel, He sets the rules in opposition. It’s the goof of all time. Look but don’t touch. Touch, but don’t taste. Taste, don’t swallow. Ahaha. And while you’re jumpin’ from one foot to the next, what is he doing? He’s laughin’ His sick, fuckin’ ass off. He’s a tight-ass. He’s a sadist. He’s an absentee landlord. Worship that? Never. (John Milton, The Devil’s Advocate)
Boleh lihat, tapi jangan dipegang. Boleh pegang tapi jangan dimakan. Boleh dimakan, tapi jangan ditelan.
Mirip dengan MKIOS. Boleh dibawa kemana-mana, tapi jangan keluar area. Boleh jualan, tapi jangan lintas region. Boleh lintas, tapi jangan banyak-banyak.
Melanggar aturan atau tidak, saldo unit tetap terpotong, pulsa masuk ke konsumen, ada nomor serinya, dan muncul di web report MKIOS.
Mirip kan dengan sistem buatan ‘tuhan’ versi John Milton di atas?
Hehehe, tanduk saya keluar
Popularity: 6% [?]
Jika operator seperti Telkomsel, Indosat atau Excelcomindo saja memberikan quota dengan alokasi dan pembatasan lainnya, mengapa ada yang bisa menawarkan stock voucher atau pulsa elektronik dengan stock tidak terbatas atau unlimited?
Popularity: 5% [?]
Masyarakat layak dapat informasi yang benar dan tidak ambigu seperti iklan promosi tarif seluler saat ini. Perang tarif yang ambigu atau sekedar utak-atik angka sudah tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat. Tidak sedikit yang merasa tertipu: yah kita diboongin lagi
Sedikitnya ini pesan yang saya tangkap mengenai perang tarif seluler.
[...]
Popularity: 7% [?]


Let me give you a little inside information about God. God likes to watch. He’s a prankster. Think about it. 


